Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Dewan Hubungan Amerika-Islam atau CAIR, yang dikenal sebagai organisasi pembela hak sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat, merespons unggahan bergambar bernuansa anti-Islam yang dipublikasikan Donald Trump di platform Truth Social.
CAIR menegaskan bahwa “Amerika tidak dimiliki oleh ras atau agama tertentu.”
Dalam gambar yang diunggah Trump, ia dan istrinya, Melania Trump, tampil dalam pakaian resmi dan disejajarkan dengan foto Abdulrahman al-Sayed, kandidat pemenang pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan, bersama istrinya yang mengenakan hijab Islam. Di bawah gambar itu tertulis: “Dua Amerika yang sangat berbeda.”
Unggahan Trump muncul setelah Abdulrahman al-Sayed memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk memperebutkan kursi Senat Amerika Serikat dari Negara Bagian Michigan.
Dalam pernyataan CAIR, Nihad Awad, Direktur Eksekutif lembaga tersebut, menyampaikan dengan tegas bahwa “Amerika tidak dimiliki oleh ras atau agama mana pun, dan Presiden Trump tidak berhak menentukan siapa yang dianggap sebagai orang Amerika.”
Ia menambahkan, “Seorang pria Amerika keturunan Mesir sama Amerikanya dengan pria Amerika keturunan Jerman. Seorang perempuan Amerika berhijab sama Amerikanya dengan perempuan tanpa hijab. Unggahan rasis dan fanatik Trump di media sosial bukan hanya serangan terhadap Muslim Amerika, tetapi juga serangan terhadap gagasan Amerika itu sendiri.”
Awad kemudian mendesak Presiden Amerika Serikat untuk “segera menghapus unggahan penuh kebencian itu” dan menjalankan tanggung jawabnya untuk mewakili seluruh warga Amerika, tanpa memandang ras, agama, atau latar belakang.
Ia juga meminta seluruh anggota Kongres Amerika menolak upaya-upaya yang sedang berlangsung untuk menyulut kebencian anti-Islam dan memperdalam perpecahan.
Menurut para analis, kemenangan Abdulrahman al-Sayed, kandidat pendukung Palestina dan penentang rezim Zionis, dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan menjadi pukulan berat bagi lobi Zionis, meski lobi tersebut telah menggelontorkan dana besar.
Perlu dicatat, Abdulrahman al-Sayed akan berhadapan dengan Mike Rogers, mantan anggota Kongres Amerika dari Partai Republik, dalam pemilihan November mendatang.
Persaingan ini menjadi salah satu pertarungan penting dan menentukan di Senat dalam pemilu paruh waktu November. Hasilnya dapat menentukan partai mana yang akan menguasai Senat hingga akhir masa kepresidenan Donald Trump.
Jika Abdulrahman al-Sayed, yang berasal dari keturunan Mesir, menang dalam pemilihan November, ia akan menjadi senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat.
Hasil pemilihan pada Selasa di Michigan, salah satu negara bagian medan tempur politik yang pada pemilu 2024 memilih Donald Trump, juga dapat membawa dampak penting bagi kebijakan Partai Demokrat terhadap konflik-konflik di Timur Tengah.
Komentar Anda